Warung Internet
News Update :

Klik HERE Gambar

Artikel

Love & Love

Profile & Artis

Gadget & HP

Showing posts with label Nasional. Show all posts
Showing posts with label Nasional. Show all posts

10 Alasan Mengapa Anggota DPR Tidur di Dalam Sidangnya

3 February 2012

Jangan terlanjur berpikir buruk tentang anggota DPR yang tidur di dalam ruang persidangan. Karena, berbagai alasan bisa terjadi. Memang ada penyebab negatif tetapi juga ada alasan manusiawi yang harus dimaklumi. 1. Anggota DPR selalu menghargai nasehat orangtua. Kata orang tua tidur siang itu penting dan sehat, supaya terhindar dari penyakit berbahaya dan awet muda. 2. Tidur tidak tidur, mereka dibayar. Jadi, lebih baik tidur 3. Pasti akan gantuk mendengar pembicaraan berbelit, tidak berisi, penuh daya khayal, munafik, berliku, kaku, tak ada tujuan pasti arahnya, 4. Kalau ingin menjatuhkan musuh besarnya seperti seperti Sri Mulyani anggota DPR pasti bersemangat dan pantang menyerah. Dijamin 7 hari 7 malam melek terus karena demi memperjuangkan kepentingan dirinya dan partainya, 5. Tidak semua anggota DPR tidur. Mereka hanya tidur bila bicara soal rakyat. Tapi bila sudah bicara tentang duit, gaji, tunjangan, posisi jabatan, proyek, matanya melek smua hingga dinihari. 6. Mereka tidak tidur. Mereka sedang merenung dan bermimpi bagaimana agar rakyatnya dan dirinya tambah kaya, setidaknya balik modal, karena gajinya banyak disetor ke kas partai, bayar cicilan vila dan mobil mewah, dan konstituen! Pada saat yang sama gerak mereka tak bebas lagi setelah ada KPK. 7. Karena yang dibahas dalam sidang tidak menyangkut kepentingan diri sendiri dan partainya. Seandainya menyangkut individu dan partai, pasti diskusi dan interupsi tak pernah putus. 8. Ruang sidang sangat nyaman tempatnya dingin harum dan kursinya nyaman sekali. Makanya kalo sudah duduk lupa berdiri. 9. Mereka memikirkan nasib bangsa ini tanpa henti. Jadi kalo pas sidang mereka tidur kelelahan, biar masyarakat bisa melihat betapa “capek” mengurus bangsa ini. 10. DPR selalu menjujung tinggi hukum dan undang-undang dalam setiap mengemukakan pendapat. Dalam aturan tata tertib persidangan, hanya dilarang mengganggu jalannya sidang. Sehingga, tidur saat sidang tidak melanggar aturan dan undang-undang. 


sumber: http://dunia-panas.blogspot.com/2010/06/10-alasan-mengapa-anggota-dpr-tidur-di.html


PALUPI : Film Televisi Karya SMK Negeri 3 Batu

18 January 2012



Oleh : Wahyu Munajat
 Satu lagi hal yang membanggakan dari anak bangsa, sebuah film televisi berjudul Palupi telah dibuat oleh siswa-siswa SMK Negeri 3 Batu. Kreatifitas generasi muda yang patut mendapatkan apresiasi setinggi-tingginya. Film ini akan tayang 22 Januari 2012 disalah satu TV swasta nasional dan TV lokal Malang. 


Film televisi ini adalah sebuah kolaborasi SMK Negeri 3 Batu bersama Confidemus Pictures dan CNO Production. Dibuatnya film Palupi ini merupakan bentuk perhatian dan upaya dari para sineas-sineas senior terhadap generasi penerus perfilman Indonesia untuk menghasilkan sebuah karya film yang baik.


"Jadi film Palupi ini adalah upaya sebagai pendampingan kita terhadap para generasi penerus perfilman Indonesia," ujar sang sutradara A. Nawir Hamzah.


Menurut pimpinan sanggar Teater Sendiri ini, dunia pertelevisian belakangan sudah jarang yang bersikap idealis memenuhi fungsi edukasi bagi masyarakat. Asal karyanya laku, rating oke dan disukai penonton, selesai perkara. Banyak hal yang menjadikan perjalanan pertelevisian kita ini salah jalan. Inilah yang harus kita perbaiki.


Film ini menghadirkan Qori Sandioriva (Putri Indonesia 2009) yang berperan sebagai tokoh utama, Palupi (versi dewasa). Bagi wanita berdarah Aceh tersebut, ini merupakan pengalaman pertamanya bekerja sama dengan siwa-siswa SMK.


"Saya sangat senang, ini adalah kali pertamanya saya bekerja sama dengan siswa-siswa SMK jurusan broadcasting dalam sebuah produksi film, meskipun usia mereka masih belia tapi mereka cukup baik dalam mempelajari tentang broadcasting, " ujar Qori.


Qori juga berharap semoga ilmu dan pengalaman yang di dapat selama proses pembuatan film ini kelak bisa menjadi bekal untuk menjadi sineas-sineas berbakat selepas lulus SMK nanti. "Terus belajar & terus kembangkan diri!" tutur Qori, menyemangati siswa-siswa SMK Negeri 3 Batu.


Selain Qori, film ini juga dibintangi beberapa aktor dan aktris muda berbakat seperti Abraham J (sebagai Pak Teguh), Tia (sebagai Bu Asih), Charis Lola (sebagai Palupi saat kecil), Byan Arasy Arary (sebagai Tegar besar) dan Moh. Shafil (sebagai Tegar kecil). Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko juga ikut ambil andil dalam film ini, beliau beradu akting dengan Putri Indonesia 2009, Qori Sandioriva.


Film yang mengambil lokasi di kawasan Batu, Malang ini menceritakan tentang kehidupan keluarga Pak Teguh. Sebuah keluarga yang hidup di dalam garis kemiskinan, meski dengan kondisi seperti itu mereka tak terbatas dengan keterbatasannya. Mereka tetap semangat untuk menaklukan kemiskinan dengan keyakinan, harapan, dan keberanian sehingga mereka mampu meraih mimpi dan cita-cita.


Pak Teguh dan Bu Asih adalah sepasang suami-istri yang berbahagia dengan dua orang anak, Palupi dan Tegar. Mereka hidup sederhana, bahkan terkadang hidup dalam kekurangan. Keluarga Palupi tinggal tidak jauh dari rumah-rumah villa di sekitar kota Batu.


Pak Teguh adalah seorang sopir mobil carteran. Suatu ketika Pak Teguh mengalami kecelakaan lalu lintas hingga merenggut nyawa. Kehilangan Ayah yang dicintai merupakan hal yang cukup berat bagi kedua anaknya, Palupi 12 tahun dan Tegar 6 tahun. Sementara Asih perlu waktu untuk bisa berdiri sendiri tanpa pendamping.


Dengan berjualan jenang apel, Tegar dan Palupi membantu ibunya yang hanya seorang buruh tani dan berjualan apel demi membiayai kehidupan mereka. Beberapa ujian saat mencari nafkah kerap mereka lewati dengan perjuangan yang cukup berat. Kerasnya kehidupan telah membuat kedua anak itu menjadi benar-benar mandiri.


Suatu ketika ada dompet seorang ibu bernama Diana tertinggal di warung tempat Palupi mencuci piring, oleh Palupi dompet tersebut dikembalikan, namun Palupi menolak diberi uang. Kejujuran dan bekal budi pekerti yang mereka miliki membuat ibu Diana merasa simpati melihat kegigihan mereka berdua dalam meraih cita-cita, hal tersebut membuat mereka menjadi dekat dan Ibu Diana membiayai sekolah mereka. Hingga akhirnya Palupi berhasil meraih cita-citanya menjadi seorang guru.


Perjuangan Palupi belum berakhir dia masih harus membiayai sekolah adiknya, Tegar yang memiliki keinginan menjadi seorang petani bunga. Pendidikan itu perlu, karena masa kini dan masa nanti "Tidak ada tempat untuk orang bodoh".


Mungkin Kita sering merasa kehidupan ini tidak adil. Terkadang kesulitan dan penderitaan memang dapat memunculkan kebimbangan dan keputusasaan. Namun Tuhan tidak pernah menguji hamba-Nya diluar batas kemampuan. Semoga film inspiratif ini memberi inspirasi dan membuka mata hati kita bahwa kesulitan yang kita hadapi menawarkan kesempatan bagi kita untuk menggali siapa sejatinya diri kita.


"Sahabat-sahabatku, murid-muridku, orang tuaku, adik-adiku, kakak-kakakku, Sesungguhnya kepada kalianlah aku berguru" - A. Nawir Hamzah-


Berikut cuplikan adegan Film PALUPI :



Jangan Potong Pulsa Kami

9 October 2011

Telepon genggam kini sudah menjadi teknologi yang sangat awam. Penggunanya tidak lagi dari kalangan terbatas, tapi juga semua lapisan masyarakat. Bahkan, menurut Badan Perlindungan Konsumen Nasional, dari 220 juta nomor ponsel di Indonesia, 93 persen merupakan pelanggan pulsa prabayar yang hanya mampu mengisi pulsa Rp10 ribu. Maka, sudah dapat dipastikan bagaimana sms-sms penyedot pulsa yang marak beredar belakangan ini membuat resah para pengguna telepon seluler.

Pemerintah bukannya diam saja. Kementerian Komunikasi dan Informatika dan Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia sudah bertemu dengan perwakilan operator untuk membahas kasus pencurian pulsa ini.

Ada lima poin yang mereka simpulkan. Salah satu poinnya adalah bahwa operator harus memberi penjelasan pada publik melalui televisi atau media cetak, soal pendaftaran atau berhenti berlangganan dari suatu pelayanan berbayar. Selain itu, juga bahwa pemotongan pulsa pelanggan harus sesuai dengan izin pelanggan yang bersangkutan.

Tidak ada yang salah dengan poin kesimpulan itu. Sudah sepantasnya malah pemerintah mewajibkan operator memberi penjelasan pada konsumennya soal berbagai layanan mereka. Hanya saja, jika kesimpulan atau kewajiban ini baru muncul saat keresahan masyarakat sudah semakin luas, maka, menurut kami, ini sudah terlambat. Seharusnya, konsumen berhak mendapat penjelasan di awal dari penyedia layanan tanpa pemerintah atau konsumen sendiri harus menuntut penjelasan tersebut.

Pengguna layanan memberi beberapa contoh aksi sedot pulsa, ada yang kehilangan pulsa saat mencoba menghentikan layanan sms tersebut tapi tak pernah berhasil, atau tanpa mendaftar apa-apa, ternyata pulsa mereka sudah terpotong. Jika dua contoh tersebut mewakili modus yang terjadi pada banyak pengguna telepon seluler, maka sudah dapat dipastikan bahwa pemotongan pulsa terjadi tanpa sepengetahuan konsumen. Dan banyak konsumen yang terlanggar hak-haknya di situ.

Sayangnya, perlindungan hak-hak konsumen, dalam hal ini pengguna layanan operator telekomunikasi, terlalu sering dikesampingkan. Konsumen tentu bisa meminta tanggung jawab. Kini orang sudah mulai berani melaporkan pemotongan pulsa yang terjadi pada mereka ke polisi, tapi kita juga tahu, bahwa berurusan dengan polisi suka memunculkan biaya-biaya lain yang jatuhnya jadi lebih besar. Tapi kenapa konsumen harus direpotkan dengan sesuatu yang seharusnya tidak terjadi pada mereka sejak awal?

Layanan sms penyedot pulsa ini hanya satu contoh pelanggaran hak konsumen. Kini kami ingin mengetahui, apakah Anda juga mengalami pemotongan pulsa lewat layanan pesan pendek? Berapa nilai kerugian Anda? Menurut Anda, apa yang harus dilakukan oleh operator telekomunikasi dalam peristiwa ini? Bagaimana pemerintah, baik itu Kementerian Komunikasi dan Informatika atau Kepolisian, menangani hal ini?

Kami menunggu tumpahan uneg-uneg Anda lewat forum komentar di bawah ini.

BPKN Desak Pemerintah Tindak Pelaku Penyedotan Pulsa


Anggota Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN), Indah Suksmaningsih mendesak pemerintah segera mendindak pelaku penyedot pulsa masyarakat. Karena menurut Indah, mengerikan penyedotan pulsa ini yang kena adalah rakyat kecil yang hanya mampu mengisi pulsa Rp5.000-Rp10.000.
“Ngeri tuh, masak orang kecil, yang cuma mengisi pulsa sebesar itu, pulsanya dirampok,” ucap Indah, di Jakarta, Rabu (5/10/2011).
Karenanya, tegas Indah, penegak hukum harus melakukan tindakan dan tidak membiarkan para pencuri pulsa terus meresahkan dan merugiakan masyarakat, meski jumlah nominal yang dicuri tidak begitu besar. “Mereka (pelaku) harus diburu. Jangan dibiarkan terus,” katanya.
Meskipun menurut Indah, nominal rupiah yang dicuri kecil, namun bila itu diakumulasikan dengan jumlah masyarakat yang kena, maka jumlah nominal pulsa ponsel yang bisa peroleh para pencuri sangat besar sekali.
“Bayangkan dari 220 juta nomor ponsel, 93 persen merupakan pelanggan pulsa prabayar yang hanya mengisi pulsa Rp10.000. Jika satu pengguna ponsel pulsanya diambil Rp5.000 saja, hitung saja sendiri berapa besar uang rakyat yang dicuri,” ketus Indah.
Sebelumnya, Indah melihat bahwa dalam kasus pencurian pulsa konsumen telepon seluler itu terjadi karena pemerintah dalam hal ini Kementerian Kominfo memberikan jalan bagi penyedia jasa seluler melakukan itu.
Dia menegaskan, Kementerian Kominfo yang membuat peraturan, yang melindungi para penyedia jasa, itu kleptomani, sama artinya mengambil duit rakyat. "Tetapi ketika kita protes, katanya, itu ulah penyedia jasa seluler, karena dia menggunakan uangnya untuk pembangunan di daerah. Itu duit saya, saya berkali-kali unreg tetap diambil.”
“Kenapa (ini terjadi-red), karena ada satu peraturan tertulis disitu, negatif option, yang itu dilarang dalam kredit card, tetapi dibiarkan dalam telepon seluler. Terus Anda mau ngomong apa itu karena pengaruh itu tadi, negara membuat saya tidak bisa berbuat apa-apa,” tegasnya, dalam pertemuan dengan wartawan di Kementerian Perdagangan Jakarta, Selasa (4/1/2011).
Lebih lanjut, dijelaskannya, ada satu hal yang terlupakan, saat konsumen sudah cerdas dan produsen yang bertanggungjawab, yakni lupa satu peran negara. Dikatakannya bahwa, ada satu hal yang tidak mungkin dilakukan oleh konsumen dan pelaku usaha, sudah mengadu tetapi tidak selesai, tanpa adanya peran negara.
“Saya konsumen yang cerdas, saya sudah tahu bahwa saya sudah menjawab unreg tetapi duit saya tidak kembali,” ujarnya. Dan ini menurutnya, perlu dukungan perlindungan konsumen oleh negara dalam mengeluarkan aturan kebijakan.

Hollywood Stop Edarkan Produksi Filmnya ke Indonesia

18 February 2011



Gambar
(ist)

Jakarta - Kabar mengejutkan datang dari bisnis perfilman di Indonesia. Industri film terbesar di dunia, Hollywood memutuskan untuk berhenti mengedarkan produksi film mereka di Indonesia.

Artinya tidak akan ada lagi film asing yang diputar di bioskop-bioskop Indonesia. Hal tersebut dikatakan Juru Bicara 21 Cineplex Noorca Masardi saat berbincang dengan detikhot via ponselnya, Jumat (18/2/2011) malam.

Menurut Noorca aksi mereka dilatarbelakangi kebijakan pemerintah Indonesia melalui Direktorat Jenderal Bea Cukai yang memberlakukan beban bea masuk atas hak distribusi film impor. Ini artinya, pemerintah menambah beban biaya film asing yang ingin masuk ke Indonesia.

"Tindakan mereka menentang kebijakan baru dari Dirjen Bea Cukai yang membebankan bea masuk atas hak distribusi film impor. Karena menurut mereka itu adalah itu sesuatu tidak lazim dan tidak pernah ada di industri film manapun di dunia," kata Noorca.

Noorca menjelaskan secara mudah, sebelumnya ada 3 tentuan produsen film asing yang ingin menayangkan filmnya di bioskop Indonesia.

Pertama, mereka harus membayar bea masuk barang berupa copy pita film ke Indonesia. Pajaknya berupa PPh dan PPn sebesar 23,75 persen dari nilai barang.

"Setelah ditayangkan dibioskop, mereka harus membayar PPh (Pajak Penghasilan) dari keuntungan eksploitasi film mereka yang diputar di Indonesia," lanjutnya.

Ketiga, produsen film tersebut juga ada beban pajak tontotan terhadap Pemerintah Kota atau Kabupaten. Besarnya 10 sampai 15 persen dari keuntungan penjualan tiket.

"Itu wajar. Sekarang yang tidak wajar adalah pemerintah membebankan pajak baru berupa bea masuk atas hak distribusi yang besarnya sama, 23,75 persen atas nilai barang. Ini tidak ada di negara mana pun," jelasnya.

Maka itu, selama pihak Dirjen Pajak tetap memberlakukan pajak tersebut, Hollywood tidak akan mengedarkan produksi filmnya di Indonesia. "Ini akan selama-lamanya, selama pihak Dirjen Pajak tidak lunak," papar Noorca.

Keputusan Hollywood tidak lagi mengirimkan produksi filmnya mulai Kamis (17/2/2011) kemarin. Sedangkan film yang sudah terlanjur di putar, akan ditarik dari peredaran. (ebi/ebi)

Sumber :movie.detikhot.com

Pengaruh Globalisasi Terhadap Nilai-nilai Nasionalisme

6 February 2011



  • Globalisasi adalah suatu proses tatanan masyarakat yang mendunia dan tidak mengenal batas wilayah.
  • Globalisasi pada hakikatnya adalah suatu proses dari gagasan yang dimunculkan, kemudian ditawarkan untuk diikuti oleh bangsa lain yang akhirnya sampai pada suatu titik kesepakatan bersama dan menjadi pedoman bersama bagi bangsa- bangsa di seluruh dunia. (Menurut Edison A. Jamli dkk.Kewarganegaraan.2005)
Menurut pendapat Krsna (Pengaruh Globalisasi Terhadap Pluralisme Kebudayaan Manusia di Negara Berkembang.internet.public jurnal.september 2005). Sebagai proses, globalisasi berlangsung melalui dua dimensi dalam interaksi antar bangsa, yaitu dimensi ruang dan waktu. Ruang makin dipersempit dan waktu makin dipersingkat dalam interaksi dan komunikasi pada skala dunia. Globalisasi berlangsung di semua bidang kehidupan seperti bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan keamanan dan lain- lain. Teknologi informasi dan komunikasi adalah faktor pendukung utama dalam globalisasi. Dewasa ini, perkembangan teknologi begitu cepat sehingga segala informasi dengan berbagai bentuk dan kepentingan dapat tersebar  luas ke seluruh dunia.Oleh karena itu globalisasi tidak dapat kita hindari kehadirannya.
Kehadiran globalisasi tentunya membawa pengaruh bagi kehidupan suatu negara termasuk Indonesia. Pengaruh tersebut meliputi dua sisi yaitu pengaruh positif dan pengaruh negatif. Pengaruh globalisasi di berbagai bidang kehidupan seperti kehidupan politik, ekonomi, ideologi, sosial budaya dan lain- lain akan mempengaruhi nilai- nilai nasionalisme terhadap bangsa.
  • Pengaruh positif globalisasi terhadap nilai- nilai nasionalisme
    1. Dilihat dari globalisasi politik, pemerintahan dijalankan secara terbuka dan demokratis. Karena pemerintahan adalah bagian dari suatu negara, jika pemerintahan djalankan secara jujur, bersih dan dinamis tentunya akan mendapat tanggapan positif dari rakyat. Tanggapan positif tersebut berupa rasa nasionalisme terhadap negara menjadi meningkat.
    2. Dari aspek globalisasi ekonomi, terbukanya pasar internasional, meningkatkan kesempatan kerja dan meningkatkan devisa negara. Dengan adanya hal tersebut akan meningkatkan kehidupan ekonomi bangsa yang menunjang kehidupan nasional bangsa.
    3. Dari globalisasi sosial budaya kita dapat meniru pola berpikir yang baik seperti etos kerja yang tinggi dan disiplin dan Iptek dari bangsa lain yang sudah maju untuk meningkatkan kemajuan bangsa yang pada akhirnya memajukan bangsa dan akan mempertebal rasa nasionalisme kita terhadap bangsa.
  • Pengaruh negatif globalisasi terhadap nilai- nilai nasionalisme
    1. Globalisasi mampu meyakinkan masyarakat Indonesia bahwa liberalisme dapat membawa kemajuan dan kemakmuran. Sehingga tidak menutup kemungkinan berubah arah dari ideologi Pancasila ke ideologi liberalisme. Jika hal tesebut terjadi akibatnya rasa nasionalisme bangsa akan hilang
    2. Dari globalisasi aspek ekonomi, hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri karena banyaknya produk luar negeri (seperti Mc Donald, Coca Cola, Pizza Hut,dll.) membanjiri di Indonesia. Dengan hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri menunjukan gejala berkurangnya rasa nasionalisme masyarakat kita terhadap bangsa Indonesia.
    3. Mayarakat kita khususnya anak muda banyak yang lupa akan identitas diri sebagai bangsa Indonesia, karena gaya hidupnya cenderung meniru budaya barat yang oleh masyarakat dunia dianggap sebagai kiblat.
    4. Mengakibatkan adanya kesenjangan sosial yang tajam antara yang kaya dan miskin, karena adanya persaingan bebas dalam globalisasi ekonomi. Hal tersebut dapat menimbulkan pertentangan antara yang kaya dan miskin yang dapat mengganggu kehidupan nasional bangsa.
    5. Munculnya sikap individualisme yang menimbulkan ketidakpedulian antarperilaku sesama warga. Dengan adanya individualisme maka orang tidak akan peduli dengan kehidupan bangsa.
Pengaruh- pengaruh di atas memang tidak secara langsung berpengaruh terhadap nasionalisme. Akan tetapi secara keseluruhan dapat menimbulkan rasa nasionalisme terhadap bangsa menjadi berkurang atau hilang. Sebab globalisasi mampu membuka cakrawala masyarakat secara global. Apa yang di luar negeri dianggap baik memberi aspirasi kepada masyarakat kita untuk diterapkan di negara kita. Jika terjadi maka akan menimbulkan dilematis. Bila dipenuhi belum tentu sesuai di Indonesia. Bila tidak dipenuhi akan dianggap tidak aspiratif dan dapat bertindak anarkis sehingga mengganggu stabilitas nasional, ketahanan nasional bahkan persatuan dan kesatuan bangsa.
  • Pengaruh Globalisasi Terhadap Nilai Nasionalisme di Kalangan Generasi Muda
Arus globalisasi begitu cepat merasuk ke dalam masyarakat terutama di kalangan muda. Pengaruh globalisasi terhadap anak muda juga begitu kuat. Pengaruh globalisasi tersebut telah membuat banyak anak muda kita kehilangan kepribadian diri sebagai bangsa Indonesia. Hal ini ditunjukkan dengan gejala- gejala yang muncul dalam kehidupan sehari- hari anak muda sekarang.
Dari cara berpakaian banyak remaja- remaja kita yang berdandan seperti selebritis yang cenderung ke budaya Barat. Mereka menggunakan pakaian yang minim bahan yang memperlihatkan bagian tubuh yang seharusnya tidak kelihatan. Pada hal cara berpakaian tersebut jelas- jelas tidak sesuai dengan kebudayaan kita. Tak ketinggalan gaya rambut mereka dicat beraneka warna. Pendek kata orang lebih suka jika menjadi orang lain dengan cara menutupi identitasnya. Tidak banyak remaja yang mau melestarikan budaya bangsa dengan mengenakan pakaian yang sopan sesuai dengan kepribadian bangsa.
Teknologi internet merupakan teknologi yang memberikan informasi tanpa batas dan dapat diakses oleh siapa saja. Apa lagi bagi anak muda internet sudah menjadi santapan mereka sehari- hari. Jika digunakan secara semestinya tentu kita memperoleh manfaat yang berguna. Tetapi jika tidak, kita akan mendapat kerugian. Dan sekarang ini, banyak pelajar dan mahasiswa yang menggunakan tidak semestinya. Misal untuk membuka situs-situs porno. Bukan hanya internet saja, ada lagi pegangan wajib mereka yaitu handphone. Rasa sosial terhadap masyarakat menjadi tidak ada karena mereka lebih memilih sibuk dengan menggunakan handphone.
Dilihat dari sikap, banyak anak muda yang tingkah lakunya tidak kenal sopan santun dan cenderung cuek tidak ada rasa peduli terhadap lingkungan. Karena globalisasi menganut kebebasan dan keterbukaan sehingga mereka bertindak sesuka hati mereka. Contoh riilnya adanya geng motor anak muda yang melakukan tindakan kekerasan yang menganggu ketentraman dan kenyamanan masyarakat.
Jika pengaruh-pengaruh di atas dibiarkan, mau apa jadinya genersi muda tersebut? Moral generasi bangsa menjadi rusak, timbul tindakan anarkis antara golongan muda. Hubungannya dengan nilai nasionalisme akan berkurang karena tidak ada rasa cinta terhadap budaya bangsa sendiri dan rasa peduli terhadap masyarakat. Padahal generasi muda adalah penerus masa depan bangsa. Apa akibatnya jika penerus bangsa tidak memiliki rasa nasionalisme?
Berdasarkan analisa dan uraian di atas pengaruh negatif globalisasi lebih banyak daripada pengaruh positifnya. Oleh karena itu diperlukan langkah untuk mengantisipasi pengaruh negatif globalisasi terhadap nilai nasionalisme.
  • Antisipasi Pengaruh Negatif Globalisasi Terhadap Nilai Nasionalisme
Langkah- langkah untuk mengantisipasi dampak negatif globalisasi terhadap nilai- nilai nasionalisme antara lain yaitu :
  1. Menumbuhkan semangat nasionalisme yang tangguh, misal semangat mencintai produk dalam negeri.
  2. Menanamkan dan mengamalkan nilai- nilai Pancasila dengan sebaik- baiknya.
  3. Menanamkan dan melaksanakan ajaran agama dengan sebaik- baiknya.
  4. Mewujudkan supremasi hukum, menerapkan dan menegakkan hukum dalam arti sebenar- benarnya dan seadil- adilnya.
  5. Selektif terhadap pengaruh globalisasi di bidang politik, ideologi, ekonomi, sosial budaya bangsa.
Dengan adanya langkah- langkah antisipasi tersebut diharapkan mampu menangkis pengaruh globalisasi yang dapat mengubah nilai nasionalisme terhadap bangsa. Sehingga kita tidak akan kehilangan kepribadian bangsa.

Kedatangan Obama ke Indonesia

9 November 2010











Obama: Bakso, Emping, Kerupuk, Semuanya Enak

Setelah jamuan makan malam, Presiden Barack Obama mengucapkan rasa terima kasih karena telah dihidangkan bakso, nasi goreng, emping, dan kerupuk. Makanan tersebut adalah makanan khas Indonesia yang menjadi kegemaran Presiden Amerika Serikat ini.


Duh, 768.960 Siswa SD-SMP Putus Sekolah!

12 October 2010

Meski secara nasional angka putus sekolah mengalami perbaikan, di 19 provinsi angka putus sekolah di tingkat SMP masih cukup tinggi. Hal ini tecermin dari angka partisipasi kasar untuk tingkat SMP yang di bawah pencapaian nasional sekitar 98,11 persen.
Angka partisipasi kasar (APK) adalah rasio jumlah siswa, berapa pun usianya, yang sedang sekolah di tingkat pendidikan tertentu terhadap jumlah penduduk kelompok usia di jenjang pendidikan tertentu.
Pencapaian rata-rata angka partisipasi kasar di jenjang SMP/MTs secara nasional 2009/2010 mencapai 98,11 persen atau di atas target 95 persen. Artinya, masih ada sekitar 1,89 persen penduduk usia SMP yang tidak sekolah. Berdasarkan data Kementerian Pendidikan Nasional, jumlah siswa SMP sederajat sekitar 12 juta siswa.
Sementara anak usia SMP yang tidak menikmati bangku pendidikan SMP, sebagian tersebar di 19 provinsi, termasuk Jawa Barat. Provinsi lainnya adalah Papua Barat yang APK-nya 79,59 persen, Nusa Tenggara Timur (79,91), Papua (89,74), Kalimantan Barat (82,11), Kalimantan Selatan (86,76), dan Kalimantan Tengah (89,45). Adapun yang hampir mendekati rata-rata nasional adalah Sulawesi Tengah, Gorontalo, Sulawesi Barat, Sumatera Selatan, Banten, Lampung, Kalimantan Timur, Bangka Belitung, Maluku Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Maluku.
Biaya dan akses
Ade Irawan, Ketua Divisi Monitoring Pelayanan Publik Indonesia Corruption Watch, di Jakarta, Selasa (7/9), mengatakan, persoalan akses ke pendidikan dasar umumnya karena kendala biaya sekolah. Hingga saat ini upaya menghilangkan hambatan bagi warga untuk mendapat pelayanan pendidikan paling tidak pada tingkat SD dan SMP atau sederajat masih belum tercapai.
Penelitian yang dilakukan Indonesia Corruption Watch selama 2006-2008 memperlihatkan bahwa sekolah masih membebani orangtua dengan beragam biaya. Pungutan ada mulai dari proses penerimaan murid hingga kelulusan.
Pada 2005, total rata-rata biaya sekolah yang dikeluarkan orangtua pada tingkat SD sebesar Rp 3,5 juta per tahun. Pada 2008 meningkat menjadi Rp 4,7 juta per tahun.
Program bantuan operasional sekolah belum efektif. Sebab, dari sisi alokasi dana yang disediakan masih jauh dari kebutuhan.
Pengamat pendidikan HAR Tilaar mengatakan, pencapaian rata-rata nasional tersebut tidak menggambarkan pembangunan pendidikan yang merata. Pendidikan masih timpang di banyak daerah, baik dari segi kualitas, ketersediaan sarana dan prasarana, maupun guru.
Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh mengatakan, dalam memandang keberhasilan pencapaian pendidikan dasar nasional tetap tidak bisa mengabaikan kondisi riil di level provinsi hingga kabupaten/kota. Untuk itu, peningkatan akses wajib belajar sembilan tahun harus bisa diselesaikan secepatnya. (ELN)

Angka putus sekolah di jenjang pendidikan dasar hingga saat ini masih tinggi. Siswa yang putus sekolah di tingkat SD dan SMP sekitar 768.960 orang terdiri atas 527.850 siswa SD dan 241.110 siswa SMP.
Alasan utama tingginya angka putus sekolah karena faktor ekonomi dan sulitnya akses ke sekolah.
-- Mohammad Nuh
Mereka putus sekolah terutama akibat persoalan ekonomi. Selain itu, sekitar 920.000 lulusan SD tidak bisa melanjutkan pendidikan ke SMP dengan beragam alasan. Adapun lulusan SMP yang tidak melanjutkan ke jenjang SMA sederajat lebih banyak lagi, yakni sekitar 30,1 persen atau sekitar 1,26 juta siswa.
Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh mengatakan hal itu saat hadir dalam Seminar Nasional Pramuktamar V Ikatan Cendekiawan Muslim Se-Indonesia (ICMI) yang bertema ”Membangun Karakter Bangsa Melalui Pendidikan Bermutu Berbasis Karakter” di Jakarta, Selasa (12/10/2010). Saat ini jumlah siswa SD sekitar 31,05 juta orang, sedangkan siswa SMP 12,69 juta orang.
Menurut Nuh, alasan utama tingginya angka putus sekolah dan tidak melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi karena faktor ekonomi dan sulitnya akses ke sekolah. Karena itu, penyelesaian yang ditawarkan pemerintah juga harus menjawab akar masalah yang dihadapi masyarakat. (ELN)

sumber Red : Kompas.com



Add caption

Daftar 10 BUMN dengan Aset Terbesar

23 September 2010

Total aset perusahaan pelat merah pada tahun ini diperkirakan bakal Rp 2.505 triliun.  

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) diperkirakan bakal menjadi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan total aset terbesar di antara perusahaan pelat merah lainnya. Perusahaan setrum ini bakal memiliki aset Rp 423 triliun atau 17 persen dari target total seluruh aset BUMN sebesar Rp 2.505 triliun.

Untuk diketahui, Kementerian BUMN merevisi target indikator keuangan 141 perusahaan milik pemerintah. Total aset perusahaan pelat merah pada tahun ini diperkirakan bakal mencapai Rp 2.505 triliun atau naik dari target semula Rp 2.400 triliun.

"Aset PLN bertambah seiring mulai berjalannya proyek 10 ribu megawatt," kata Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa, 2 Februari 2010.

Menurut Said, disamping PLN, terdapat 9 BUMN lain yang diperkirakan memiliki aset terbesar pada 2010. Total aset dari 10 BUMN tersebut diperkirakan mencapai Rp 2.100 triliun atau menguasai 83,8 persen dari total aset 141 BUMN berjumlah Rp 2.505 triliun.

Kesepuluh BUMN dengan aset terbesar itu adalah :

1. PT Perusahaan Listrik Negara     Rp 423 triliun
2. PT Bank Mandiri Tbk                  Rp 400 triliun
3. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk   Rp 367 triliun
4. PT Pertamina (Persero)              Rp 310 triliun
5. PT Bank Negara Indonesia Tbk   Rp 257 triliun
6. PT Telekomunikasi Indonesia Tbk   Rp 107 triliun
7. PT Jamsostek                           Rp  92 triliun
8. PT Bank Tabungan Negara Tbk   Rp  66 triliun
9. PT Taspen                                Rp  41 triliun
10. PT Pupuk Sriwijaya                  Rp  37 triliun

Said menjelaskan, aset Pertamina sebetulnya lebih tinggi dari perkiraan saat ini. Pasalnya perusahaan sampai kini masih terus melakukan revaluasi terhadap aset-aset yang dimiliki perseroan.

"Pertamina bisa lebih tinggi lagi," katanya. Posisi serupa juga terjadi pada aset-aset yang dimiliki oleh holding PT Pupuk Sriwijaya.

Sementara untuk aset-aset BUMN yang sudah listed di Bursa Efek Indonesia semuanya sudah mencerminkan kondisi yang sebetulnya. Pasalnya mereka sudah melakukan audit dari kondisi perusahaan.

Disamping sepuluh perusahaan BUMN beraset terbesar, Kementerian juga mengungkapkan, nilai aset terkecil dimiliki oleh PT Pragja Paramitra dengan nilai Rp 3,8 miliar.

"Jadi perusahaan BUMN memiliki aset mulai dari Rp 3,8 miliar hingga Rp 423 triliun," kata dia.

Heri Susanto, Syahid Latif
• VIVAnews

Review Movie

Religie

Otomotive

 

© Copyright 2009DUNIA INFORMASI 2012 | Inform by DUNIA INFORMASI and DUNIA INFORMASI | Powered by duniainfo100.blogspot.com.
Related Posts with Thumbnails